KLB Deli Serdang Tidak Akan Disahkan Oleh Pemerintah - MIKAEL MILANG
Diberdayakan oleh Blogger.
logoblog

KLB Deli Serdang Tidak Akan Disahkan Oleh Pemerintah

- Sabtu, 03 April 2021. to read...

Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.(ANTARA FOTO/ENDI AHMAD)

Moeldoko ini adalah seorang "Pecatur" hebat dan handal, dia banyak mengantongi informasi penting tentang pemerintah terlebih tentang Presiden Jokowi. Langkah catur yang ia lakukan ialah dengan mengkudeta AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sah agar dirinya memegang puncak kekuasaan ditubuh partai yang pernah berkuasa selama 1 dekade membawa SBY menjadi Presiden RI periode 2004-2014. Untuk merebut kursi AHY, 'one on one' tidak mungkin ia mampu lakukan lantaran AHY adalah sebagai Ketum yang memiliki pengaruh kuat dalam tubuh Demokrat ini. Jalan yang ia tempuh satu-satunya ialah dengan cara mengumpulkan kader partai yang tidak setuju dengan kepemimpinan AHY termasuk para pendiri partai yang sudah OUT.


Langkah ini menurutnya efektif, karena akan membentuk dua kubu yakni kubu AHY dan Kubu Moeldoko. Kongres Luar Biasa yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 5 Maret 2021 inipun tak dapat dihindarkan karena memang sudah disetting oleh orang-orang penting yang ingin menguasai Partai Demokrat melalui Moeldoko. Moeldoko dengan percaya diri menghadiri KLB tersebut dan terpilihlah ia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025 versi KLB Deli Serdang. Tujuannya adalah satu, Menjadi Presiden tahun 2024. 


Sebenarnya sebagai Kepala Staf Presiden Jokowi, tak elok bagi Moeldoko terlibat politik secara praktis apalagi merebut kepemimpinan disebuah partai dengan cara tak hormat. Jika partai Demokrat saja ia bisa kudeta, tak menutup kemungkinan Pemerintah yang sahpun akan dikudetanya. Presiden Jokowi masih belum memecat Moeldoko saat ini lantaran masih membutuhkan dirinya dan masih memberikan kesempatan untuk menyelesaikan semua permasalahan partai yang secara tidak langsung mencoreng wajah Jokowi ini.


Sehingga sinyal Pemerintah memberikan respon kepada kubu Moeldoko adalah dengan tidak mengesahkannya KLB Deli Serdang yang dianggap "ilegal". AHY masih tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang SAH. Langkah demi langkah yang dilakukan oleh AHY yang pastinya secara terhormat untuk mempertahakan Partai Demokrat ini sebenarnya tidak akan sia-sia asalkan tidak mudah terhasut oleh oknum-oknum yang berusaha untuk menyudutkan pemerintah seolah-olah melegalkan KLB Deli Serdang.


Para barisan sakit hati dan para mantan kader partai Demokrat yang masih menyimpan dendam terhadap SBY yang dulu berkuasa sebagai Presiden tidak akan tinggal diam, mereka akan mengecohkan konsentrasi SBY dan AHY dengan kasus-kasus proyek mangkrak pada masa jabatan SBY sebagai Presiden. Para Kader Demokrat yang pernah dipenjara mungkin saja tidak tinggal diam lantaran merasa sakit hati karena tidak pernah mendapatkan perlindungan dari SBY selama beliau menjabat. Mereka berusaha mengkorek segala sesuatu yang bisa mereka korek untuk menjatuhkan pamor SBY sebagai Ikon Demokrat saat ini tapi langkah ini saya rasa tidak akan berhasil, karena Kode etik Pemimpin Negara yang dijunjung tinggi oleh setiap Presiden yang terpilih untuk saling menjaga nama baik pemimpin-pemimpin sebelumnya, hanya saja opini masyarakat yang berhasil digiring.


Nah, langkah Moeldoko ini langkah yang spekulatif sebenarnya, ia berharap KLB Deli Serdang segera di sahkan oleh pemerintah tapi kenyataannya tidak. Ia sudah mulai panik, karena waktunya untuk digeser keluar dari Istana sudah mulai tercium oleh sebab itu ia berusaha menggunakan cara apa saja untuk bisa berhasil menjadi Ketum Demokrat. Tapi menurut saya, kali ini ia tidak sebahagia kemarin saat di The Hill Hotel Sibolangit saat KLB, karena Presiden Jokowi sudah beri perintah "jangan sahkan KLB Deli Serdang ya pak Mahfud", Kata Jokowi beberapa hari yang lalu.


Yah, begitulah kira-kira menurut saya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru